| Diskusi |
Koperasi sering kita dengar namun diantara pembaca ada yang belum pernah terlibat langsung di dalamnya seperti menjadi anggota atau p
engurus dari koperasi. Tidak dosa kok jika tertarik tahu tentang koperasi tanpa menjadi anggotanya hehe...sebab keanggotaan koperasi itu bersifat sukarela.
Pada tulisan selayang pandang koperasi ini yang ingin saya sampaikan adalah bahwa koperasi itu asyik untuk dipelajari apalagi dijalankan. Koperasi memiliki beragam jenis bentuknya dari yang hanya untuk belajar ketika sedang berada di bangku sekolah hingga yang benar-benar serius untuk mengembangkan bisnis retail dengan konsep koperasi juga ada.
Beberapa bentuk koperasi yang saya tahu ada koperasi sekolah atau yang lebih dikenal dengan koperasi siswa (kopsis), ada koperasi jasa seperti koperasi angkutan umum, ada koperasi unit desa (KUD) yang akrab dengan petani dan peternak di desa, koperasi serba usaha yang menyediakan berbagai macam kebutuhan sehari-hari, hingga koperasi simpan pinjam yaitu penyedia jasa layanan peminjaman dan penyimpanan bagi anggotanya.
Dari sekian banyak jenis koperasi yang paling familiar di masyarakat Indonesia adalah koperasi simpan pinjam dan yang paling "tabu" adalah koperasi sekolah. Koperasi simpan pinjam memang lebih akrab dengan masyarakat khususnya bagi masyarakat yang membutuhkan suntikan dana untuk berbagai macam keperluan dari yang sederhana hingga yang urgent seperti bayar sekolah, membeli bibit untuk bercocok tanam, dan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi. Walaupun pada kenyataannya ada anggota yang meminjam untuk memenuhi kebutuhan konsumsi saja. Sedangkan koperasi sekolah mengapa dikatakan "tabu", maksudnya disini adalah jarang dibicarakan, jarang diulas dan jarang diketahui keberadaannya jadi koperasi yang paling kurang perhatian gitu. Hal tersebut bisa anda buktikan dengan bertanya kepada orang-orang disekitar anda yang saat ini sedang duduk dibangku sekolah " Apakah disekolahmu ada koperasi siswanya?" dan saya meyakini sebagian akan menjawab "Ada" dan yang lebih banyak akan menjawab "Tidak ada".
| Usaha skala mikro |
Sebenarnya dengan berkoperasi kita turut serta dalam menggerakkan roda perekonomian, karena koperasi merupakan jenis usaha yang sifatnya mikro (kecil). Secara sederhana akan saya sampaikan konsepnya mengapa dikatakan menggerakkan roda perekonomian. Misalkan koperasi serba usaha, anggota atau masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari di koperasi maka koperasi harus belanja ke tengkulak atau agen yang lebih besar untuk mensuplainya. tengkulak atau suplaier-nya juga mencari produk-produknya di pabrik atau petani langsung.
Jika di pabrik maka banyak pekerja yang mendapatkan penghasilan dari pekerjaannya sedangkan petani akan mendapatkan penghasilan dari menjual hasil pertanian. Penghasilan yang mereka peroleh digunakan untuk sktivitas sosial, membayar kewajiban, investasi dan tidak ketinggalan untuk membeli kebutuhan hidup. Itulah mengapa koperasi dikatakan sebagai salah satu penggerak roda perekonomian yang akan mempengaruhi perekonomian secara nasional pula artinya juga membantu pemerintah untuk mensejahterakan masyarakat.
Sekian dulu selayang pandang koperasi ini, semoga selanjutnya saya bisa menghadirkan bahasan yang menarik lainnya tentang koperasi. Silahkan berbagi jika anda memiliki informasi seputar koperasi.
.
BalasHapus